Thursday, November 26, 2015

[KISAH NYATA] Ditinggal Menikah Karena Belum Mapan

[KISAH NYATA]
Ditinggal Menikah Karena Belum Mapan
Oleh: @bang_syaiha

Bang Syaiha – Saat membaca sebuah tulisan di salah satu situs, kemarin, saya menemukan komentar yang menggelitik. Ada yang curcol karena baru saja ditinggal nikah pacarnya yang sudah menjalin hubungan sejak SMP. Gila, bukan? Pacaran sejak SMP dan ditinggal nikah, itu berapa lama pacarannya?

Hitung saja sederhana, jika memang benar demikian, maka setidaknya mereka sudah pacaran selama enam tahun. SMP tiga tahun, SMA juga demikian. Saya cuma tidak bisa –juga malas, membayangkan, pacaran selama itu sudah apa saja yang dilakukan?



Kalian pikir hanya duduk dan jalan berdua saja tanpa melakukan apa-apa? rasa-rasanya kok nggak mungkin. Apalagi di jaman yang udah nggak karuan seperti sekarang. Barangkali mereka sudah saling bergenggam tangan mesra, berpeluk penuh hasrat, atau apalah. Ngeri!

Oke, kembali ke komentar yang menggelitik tadi. Bunyinya begini: “Kemarin-kemarin, ane ditinggal nikah sama pacar yang sejak SMP pacaran. Ane ditinggal karena ane nggak mapan. Mudah-mudahan dia nanti cerai dan nikah jadi istri ane.”

Lihat, lucu, kan? Yang menulis itu adalah seorang lelaki. Dan tentu saja dia bukan lelaki macho. Nggak gentle. Masa mendoakan seseorang bercerai? Itu kan benar-benar bukan sikap seorang kesatria. Kalah ya kalah saja. Doakan yang terbaik seharusnya.

Tapi selucu apapun komentar itu, saya ingin membahasnya pelan-pelan di tulisan ini. tentang beberapa hal yang seharusnya menjadi perhatian kita semua.

Pertama, pacaran itu adalah hubungan yang rapuh. Mudah saja bagi pelakunya untuk saling meninggalkan. Ada yang lebih cantik, lebih tampan dan mapan, juga lebih bisa diandalkan, ya tinggalkan saja pacar yang sekarang. Mudah sekali. Pacaran itu bukan hubungan berbasis tanggung jawab, tapi hanya hubungan suka sama suka.

Dan ketika sudah tidak suka, ya suka-suka dia dong jika memilih untuk meninggalkan. Jadi, kalau pacaran dan putus, nggak usah lebay deh, biasa saja.

Pacaran sudah panggil papi mami, apalagi abi dan ummi. Eh, pas putus sakit hati dan malah mau bunuh diri. Kasian banget hidup kalian!

Kedua, penting sekali bagi seorang lelaki untuk segera bisa berpenghasilan. Itu memang salah satu pertimbangan perempuan untuk melanjutkan hubungan dengan kalian atau tidak. Menikah atau berhenti saja disini. Berpenghasilan itu bukan tentang banyak atau tidak, tapi tentang kecukupan.

“Saya sudah berpenghasilan sih, Bang, tapi masih sedikit. Bagaimana dong?”

Sedikit tak mengapa, yang penting punya rencana ke depan, apa dan bagaimana nantinya. Tahu apa yang akan dilaksanakan dan bisa mendatangkan uang.

Saya misalnya, ketika sedang ta’aruf dengan istri saya, hal ini saya jabarkan baik-baik: “Penghasilan saya sekarang tak sampai satu juta. Tapi setelah menikah, ada beberapa yang akan saya kerjakan. Diantaranya, menjalankan bisnis online –Alhamdulillah, ketika menuliskan kisah ini, sudah ada pemasukan pasif dari salah satu blog saya­–, menulis buku dan mengisi pelatihan, mengelola perkebunan, dan mengajar.”

Jadi, walau ketika menikah saya belum punya penghasilan banyak, istri dan keluarganya bisa menerawang. Bisa menerka-nerka sekaligus membantu doa. Hidup itu harus direncanakan. Nggak boleh asal-asalan. Termasuk memikirkan akan meraup penghasilan darimana saja.

Nah, buat kalian-kalian yang belum menikah dan berencana akan menikah, maka segera pikirkan apa yang bisa dilakukan dan mendatangkan uang.

Ketiga, ini pesan buat yang masih berpacaran. Satu: putuskan segera. Lebih baik gunakan pikiran dan tenaga untuk cepat-cepat berkarya dan hidup mandiri. Dua: setelah putus, nggak usah lebay. Kayak cuma dia satu-satunya manusia aja. Masih banyak yang lain dan pasti juga bejibun yang lebih baik.

Tentang mengapa saya menganjurkan untuk putuskan pacar kalian segera –terutama yang masih muda, masih sekolah atau kuliah? Ini karena dua alasan, yaitu, kalian masih akan lama menikahnya. Tidak dalam waktu dekat. Maka daripada sibuk mikirin ini dan itu, bukankah lebih baik belajar yang tekun dan rajin ke sekolah? Raih prestasi yang membanggakan dan buat orangtua bangga.

Dan lagi, kalau kalian tetap pacaran, waktu kalian akan habis ngurusin tetek-bengeknya hubungan. Nggak punya waktu lagi buat memikirkan kegiatan lain yang lebih produktif dan bisa mendatangkan uang.

Demikian
____________________
Silakan disebarkan 

kerja part time diinternet check out http://www.penasaran.net/?ref=h3t6af

No comments:

Translate