Tuesday, April 21, 2015
Sunday, April 19, 2015
Wina Kembali Jadi Kota Terbaik di Dunia
Survei dari
perusahaan konsultansi Mercer menunjukkan bahwa Wina memiliki kualitas
hidup terbaik di dunia, sementara kota-kota di Jerman dan Swiss juga
masuk ke 10 besar.
Artikel Terkait
- 3 dari 10 Kota Termacet di Dunia Ada di Asia Tenggara
- Keamanan Angkutan Umum bagi Perempuan di Jakarta Terburuk Kelima di Dunia
- Melbourne Kota Paling 'Layak Huni,' Damaskus di Peringkat Terakhir
- New York, California Tempat Termahal untuk Tinggal di Amerika
- 2 Kota di Afrika Tergolong Kota Termahal bagi Orang Asing
05.03.2015
WINA— Wina, ibukota Austria yang
elegan di tepi sungai Danube, kembali terpilih menjadi kota yang
menawarkan kualitas hidup terbaik di dunia. Baghdad, sekali lagi,
menjadi kota terburuk untuk ditinggali.
Perusahaan konsultansi Mercer mengatakan kota-kota Jerman dan Swiss juga menunjukkan kinerja baik dalam pemeringkatan kualitas hidup yang dikeluarkan setiap tahun itu. Zurich, Munich, Duesseldorf dan Frankfurt tetap ada dalam 10 besar.
Survei Mercer membantu perusahaan-perusahaan dan organisasi-organisasi untuk menentukan kompensasi dan tunjangan 'kesusahan' untuk staf internasional. Survei tersebut menggunakan puluhan kriteria, seperti stabilitas politik, layanan kesehatan, pendidikan, tingkat kejahatan, rekreasi dan transportasi.
Dengan populasi 1,7 juta, Wina ada di tempat teratas untuk enam tahun berturut-turut, karena percaturan budaya yang dinamis serta layanan kesehatan komprehensif dan biaya perumahan yang moderat.
Sistem transportasi publik yang ekstensif di ibukota Austria itu hanya berharga 1 euro (Rp 14.500) per hari untuk kartu tahunan. Kedai-kedai kopi, arsitektur, istana, opera dan lembaga-lembaga budaya dari era Habsburg membuatnya menjadi tujuan pariwisata utama.
Eropa memiliki tujuh dari 10 kota teratas dalam survei 2015 tersebut. Selandia Baru, Australia dan Kanada masing-masing memiliki satu kota di 10 besar.
Ibukota Irak, Baghdad, kembali mendapat peringkat terbawah di dunia. Gelombang kekerasan sektarian telah menyapu kota itu sejak invasi yang dipimpin Amerika pada 2003.
http://www.voaindonesia.com/content/wina-kembali-jadi-kota-terbaik-di-dunia/2668351.html
Perusahaan konsultansi Mercer mengatakan kota-kota Jerman dan Swiss juga menunjukkan kinerja baik dalam pemeringkatan kualitas hidup yang dikeluarkan setiap tahun itu. Zurich, Munich, Duesseldorf dan Frankfurt tetap ada dalam 10 besar.
Survei Mercer membantu perusahaan-perusahaan dan organisasi-organisasi untuk menentukan kompensasi dan tunjangan 'kesusahan' untuk staf internasional. Survei tersebut menggunakan puluhan kriteria, seperti stabilitas politik, layanan kesehatan, pendidikan, tingkat kejahatan, rekreasi dan transportasi.
Dengan populasi 1,7 juta, Wina ada di tempat teratas untuk enam tahun berturut-turut, karena percaturan budaya yang dinamis serta layanan kesehatan komprehensif dan biaya perumahan yang moderat.
Sistem transportasi publik yang ekstensif di ibukota Austria itu hanya berharga 1 euro (Rp 14.500) per hari untuk kartu tahunan. Kedai-kedai kopi, arsitektur, istana, opera dan lembaga-lembaga budaya dari era Habsburg membuatnya menjadi tujuan pariwisata utama.
Eropa memiliki tujuh dari 10 kota teratas dalam survei 2015 tersebut. Selandia Baru, Australia dan Kanada masing-masing memiliki satu kota di 10 besar.
Ibukota Irak, Baghdad, kembali mendapat peringkat terbawah di dunia. Gelombang kekerasan sektarian telah menyapu kota itu sejak invasi yang dipimpin Amerika pada 2003.
http://www.voaindonesia.com/content/wina-kembali-jadi-kota-terbaik-di-dunia/2668351.html
Subscribe to:
Posts (Atom)